Pages

Minggu, 23 Desember 2012

Menelaah UN dan SNMPTN


* tulisan ini sudah di muat di harian Kedaulatan Rakyat, Rabu Pon 25 Januari 2012, Hal. 15

Ujian nasional digunakan sebagai evaluasi tahap akhir dari tingkat pembelajaran. Siswa yang meraih nilai lebih dari standard dinyatakan lulus dari tingkat pembelajaran tersebut. seleksi masuk perguruan tinggi digunakan sebagai prediksi, apakah calon mahasiswa dapat menyelesaikan studi di perguruan tinggi tertentu.


Bagaimanapun UN dan ujian seleksi masuk perguruan tinggi memiliki tujuan yang berbeda. Ujian akhir berfungsi untuk melakukan evaluasi hal-hal yang telah dipelajari, sedangkan seleksi masuk untuk memprediksi kemampuan yang akan datang.

Menurut hemat kami, kedua hal ini sebaiknya
dilaksanakan secara terspisah satu sama lain. Khusus untuk seleksi masuk perguruan tinggi sebaiknya dibuat standardisasi secara nasional dalam bentuk skor tersertifikat. Dibentuk sebuah badan khusus mengenai seleksi masuk perguruan tinggi. Badan ini mengeluarkan ujian dua kali dalam setahun. Ujian ini menghasilkan sebuah sertifikat dengan skor yang berlaku selama 1 tahun.

Kemudian masing-masing program studi di tiap perguruan tinggi merumuskan skor sertifikat minimum untuk dapat masuk menjadi mahasiswa. Hal ini tentunya mempermudah calon mahasiswa karena mereka mengikuti ujian tanpa terbebani untuk memasuki pilihan prodi tertenu (yang hanya 3 pilihan). Program ini tentunya dapat meratakan kesempatan kuliah dan meratakan input calon mahasiswa di semua perguruan tinggi. Setidaknya seleksi masuk perguruan tinggi berdasarkan satu model ujian yang sama, hanya batas minimum skornya yang berbeda. Ujian yang dilaksanakan setahun dua kali dan memiliki masa waktu setahun juga memudahkan calon mahasiswa untuk lebih mempersiapkan mental dan financial dalam kuliah di tempat yang jauh.
 
UN, sebaiknya tetap seperti yang telah ada dengan perbaikan disana-sini. Kualitas SMU dapat dilihat dari seberapa banyak lulusannya yang lolos di seleksi perguruan tinggi. Kualitas SMK dilihat dari prosentase penyerapan lulusannya. SD dan SMP yang merupakan pendidikan wajib, sebaiknya memang memiliki kualitas yang setara dimanapun. SD dan SMP negeri sebaiknya hanya memiliki satu standard, yaitu Sekolah Standard Nasional. SSN berarti kualitas guru, kualitas fisik sekolah, dan kualitas KBM sama dan merata untuk semua mata pelajaran di semua tempat. Sedangkan sekolah standard internasional sebaiknya berada di jenjang SMU dan SMK.

Secara singkat, UN SD digunakan untuk menjadi bahan guru SMP mengenai potensi siswa. Hal ini sebagai pegangan guru mengenai kondisi para siswanya. UN SMP digunakan untuk menentukan sebaiknya siswa melanjutkan ke SMK atau SMU, serta level SMU/K yang A atau B (selengkapnya baca disini). UN SMK digunakan untuk melihat apakah siswa dapat berlanjut ke jenjang D3 atau sebaiknya langsung bekerja. UN SMU untuk melihat evaluasi hasil belajar dan menentukan apakah sebaiknya berlanut ke perguruan tinggi (S1) atau mengambil kursus keahlian bekerja.

Seleksi masuk perguruan tinggi bertujuan untuk memprediksi kemampuan akademis calon mahasiswa. Usia berapapun dapat mengikuti seleksi ini yang diadakan dua kali setahun. Hasilnya berupa skor yang berlaku selama satu tahun, berbentuk sertifikat resmi dari depdikbud. Sertifikat ini dapat digunakan untuk masuk menjadi mahasiswa di prodi manapun asalkan skkornya diatas skor minimum di prodi tersebut. Skor minimum ini ditentukan sendiri oleh prodi dan perguran tinggi terkait.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

please, feel free to express your opinion